Rabu, 06 Desember 2017

TETAPKAN LEVEL MATURITAS SPIP


#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTI KORUPSI # SEHAT TANPA KORUPSI #INVESTIGASI #RARIT

MATURITAS SPIP
Menurut IIA (2013), maturitas SPIP menggambarkan tahapan proses yang diyakini akan mengarahkan pada output dan outcome yang lebih baik. Maturitas yang rendah mencerminkan kemungkinan yang lebih rendah dalam mencapai tujuan, sedangkan tingkat maturitas yang lebih tinggi mencerminkan kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi.

Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP merupakan kerangka kerja yang memuat karakteristik dasar yang menunjukkan tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP yang terstruktur dan berkelanjutan.

TETAPKAN LEVEL MATURITAS SPIP
Tingkat maturitas ini dapat digunakan sebagai instrumen evaluatif penyelenggaraan SPIP. Kementerian Kesehatan dituntut maturitas SPIP-nya level 3 di tahun 2019. Untuk hal tersebut maka semua satker dijajaran Kemenkes juga harus level 3. Bagaimana caranya?

Inspektorat Investigasi yang mengkoordinir implemetasi SPIP di Kementerian Kesehatan dan jajarannya segera menyusun strategi dan diwujudkan dalam suatu pedoman. Pedoman untuk pembinaan/pendampingan telah disusun dan dibakukan dalam Surat Keputusan Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.03/VI.2/994/2017 tentang Pedoman Pendampingan Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan Kementerian Kesehatan, yang intinya pada saat awal menetapkan level maturitas di Satker. Dengan mengetahui level maturitas di masing-masing Satker tentu saja strategi dan substansi yang perlu untuk ditingkatkan pada saat pembinaan/pendampingan menjadi jelas dan spesifik.

Pembinaan/pendampingan yang efektif dan dinyatakan berhasil jika pada kurun waktu tertentu diadakan evaluasi maka level maturitas satker akan meningkat ke level yang lebih tinggi.


Diharapkan para auditor Itjen Kemenkes akan menggunakan pedoman pendampingan penyelenggaraan spip di lingkungan Kementerian Kesehatan sebagai acuan, sehingga saatnya nanti hasil maturitas SPIP di Satker akan mengungkit maturitas SPIP Kementerian Kesehatan. Tahun 2017 baru ditetapkan 37 Satker dan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2018 yang akan datang.

Selasa, 05 Desember 2017

TINGKAT MATURITAS PENYELENGGARAAN SPIP



#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTIKORUPSI # SEHATTANPAKORUPSI #INVESTIGASI #RARIT

TINGKAT  DAN KARAKERISTIK SPIP
Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP merupakan kerangka kerja yang memuat karakteristik dasar yang menunjukkan tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP yang terstruktur dan berkelanjutan.

Tingkat maturitas SPIP yang dimaksud adalah tingkat kematangan/kesempurnaan penyelenggaraan SPIP mencapai tujuan pengendalian intern sesuai  Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2008 tentang SPIP. Tingkatannya mulai level 0 (belum ada), level 1 (rintisan), level 2 (berkembang), level 3 (terdefinisi), level 4 (terkelola dan terukur), level 5 (optimum). Maturitas yang rendah mencerminkan kemungkinan yang lebih rendah dalam mencapai tujuan, sedangkan tingkat maturitas yang lebih tinggi mencerminkan kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi.



Sementara karakter membedakan satu tingkat dengan tingkat lainnya. Karakteristik tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP seperti berikut:

1.    Belum ada : belum memiliki kebijakan/prosedur yang diperlukan untuk melaksanakan praktek pengendalian intern. Artinya sama sekali belum mempunyai infrastruktur (kebijakan dan prosedur) yang diperlukan untuk melaksanakan praktek pengendalian intern.

2.    Rintisan : ada praktik pengendalian intern namun pendekatan risiko dan pengendalian yang diperlukan masih bersifat ad hoc dan tidak terorganisasi dengan baik, tanpa komunikasi an pemantauan sehingga kelemahan tidak diidentifikasi. Pada level ini telah menyadari pentingnya pengendalian intern, namun pegawai tidak menyadari tanggung jawabnya

3.    Berkembang : telah melaksanakan pengendalian intern, namun tidak terdokumentasi dengan baik dan pelaksanaannya sangat tergantung pada individu dan belum melibatkan semua unit organisasi. Efektivitas pengendalian belum dievaluasi sehingga banyak terjadi kelahan yang belum ditangani secara memadai. Tindakan pimpinan dalam menangani kelemahan tidak konsisten.

4.  Terdefinisi : telah melaksanakan pengendalian intern dan terdokumentasinya dengan baik namun evaluasi atas pengendalian intern dilakukan tanpa dokumentasi yang memadai. Beberapa kelemahan pengendalian terjadi dengan dampak yang cukup berarti bagi pencapaian tujuan organisasi

5.  Terkelola dan terukur : telah menerapkan pengendalian intern yang efektif. Masing-masing personel pelaksana kegitan yang selalu mengendalikan kegiatan pada pencapaian tujuan kegiatan itu sendiri maupun tujuan organisasi. Evaluasi formal dan terdokumentasi. Kebanyakan evaluasi dilakukan secara manual dan belum menggunakan alat bantu aplikasi komputer

6.  Optimum : telah menerapkan pengendalian intern yang berkelanjutan, terintegrasi dalam pelaksanaan kegiatan yang didukung oleh pemantauan otomatis menggunakan aplikasi komputer. Akuntabilitas telah diterapkan dalam pemantauan pengendalian, manajemenrisiko dan penegakan aturan. Evaluasi diri sendiri atas pengendalian dilakukan secara terus menerus berdasarkan analisis gap dan penyebabnya. Para pegawai terlibat secara aktif dalam penyempurnaan sistem pengendalian intern.


Senin, 04 Desember 2017

MMC-SIPID


Sistem Manajemen Audit (SIMENDIT) merupakan proyek perubahan yang inovatif dan strategis untuk dapat menangkal korupsi baik internal yang menyangkut upaya suap atau gratifikasi kepada Auditor, maupun eksternal yaitu dengan upaya pencegahan korupsi melalui link data dan informasi dengan stakeholders terkait. Untuk tahap awal SIMENDIT diterapkan di Inspektorat Investigasi, dengan jargon MMC-SIPID.



Mengapa MMC-SIPID
MMC singkatan dari mudah, murah dan cepat. Karena Tugas pokok Inspektorat Investigasi adalah melakukan pelayanan pengaduan masyarakat. Baik masyarakat intern maupun ekstern, maka pelayanan yang diberikan harus MMC. 

Sistem audit yang strategis dan inovatif antara lain dengan membuat simplifikasi penyelesaian audit, merevitalisasi sistem yang ada, dan meninggalkan proses manual yaitu dengan menggunakan sarana pendukung berupa aplikasi yang berbasis web, sehingga proses audit menjadi lebih cepat, komunikasi dan pemantauan lebih lancar, dokumen kertas kerja audit lebih baik, rapi, dalam bentuk soft file, terjaga kerahasiannya, dan kualitas audit meningkat. Aspek kontrol pimpinan kepada auditor yang penugasan auditnya menyebar, juga pemantauan kasus yang ditangani dapat dilakukan real time dan tidak harus dengan tatap muka. Hal ini akan berdampak pada penggunaan sumberdaya yang lebih efisien. Dengan demikian koordinasi dan komunikasi dengan stakeholders internal di lingkungan Itjen dan Kementerian Kesehatan serta stakeholders eksternal seperti KPK, BPK, BPKP,LPSK, PPATK, akan lebih cepat dan lancar. Demikian juga pendalaman kasus oleh aparat penegak hukum (APH) menjadi lebih baik.

Jika akan dikaitkan dengan pemberian reward juga significant karena bisa menggambarkan bukti kerja Auditor yang objektif dan profesional. Demikian juga untuk penerapan sanksi atas kerja yang tidak profesional, termasuk menangkal pemberian gratifikasi dan suap dari auditee. Integritas utamanya integritas Auditor akan terjaga.

Untuk melaksanakan SIMENDIT sangatlah mudah dan praktis. Kuncinya terletak pada integritas dan komitmen yang kuat dari pimpinan dan tim kerja, disiplin serta perubahan budaya kerja, motivasi, profesionalitas dan adanya keinginan untuk menjadi lebih baik. Praktis karena digunakan tanpa instalasi khusus. Dapat digunakan dimanapun dengan menggunakan gadjet apapun.

Aplikasi SIMENDIT pun bersifat dinamis karena dapat terus dikembangkan, disesuaikan/dimodifikasi  dengan kebutuhan, misalnya akan digunakan oleh Inspektorat Pembina yang melakukan audit operasional, ataupun bagi Kementerian/Lembaga lain yang akan melakukan adopsi. Untuk itu saatnya SIMENDIT digunakan di Inspektorat Jenderal Kemenkes.
_________________

MMC - SIPID
MUDAH, MURAH, CEPAT –
STRATEGIS, INOVATIF, PRAKTIS, INTEGRITAS, DINAMIS

#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI #INVESTIGASI

Kamis, 30 November 2017

Pedoman Pendampingan Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan Kemenkes RI


Pada bulan Januari tahun 2017, Inspektorat Investigasi telah menyelesaikan pedoman pendampingan penyelenggaraan SPIP bagi Auditor Inspektorat Jenderal di lingkungan Kemenkes RI. Pedoman ini sudah dibakukan dengan Surat Keputusan Inspektur Jenderal Kemenkes Nomor HK.02.03/VI.2/994/2017 Tahun 2017 tentang Pedoman Pendampingan Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan Kemenkes RI.

Pedoman ini merupakan salah satu panduan dalam melakukan pendampingan SPIP tahun 2017 dan tahun mendatang, serta sebagai pijakan untuk mengetahui keberhasilan dalam pendampingan SPIP di lingkungan Kemenkes RI.





#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI #INVESTIGASI



Rabu, 29 November 2017

Arti Design/Logo SIMENDIT “Perisai Anti korupsi"


Arti design logo SIMENDIT yaitu :
1.     Huruf S menggambarkan nama SIMENDIT.
2.  Kawat yang berkaitan menunjukkan suatu sistem yang menghubungkan satu dengan yang lain.
3.     Bentuk bulat menggambarkan suatu siklus.
4.     Loop menggambarkan suatu pekerjaan untuk melihat kasus menjadi lebih jelas.
5.     Bulatan kecil seperti mouse menunjukkan otomasi.
6.     Aneka warna menggambarkan macam-macam kasus yang ditangani.
7.   Warna hitam dan putih artinya kasus yang gelap akan menjadi terang duduk perkaranya dan akan kelihatan adanya penyimpangan.



#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTI KORUPSI # SEHAT TANPA KORUPSI #INVESTIGASI

Keunggulan Aplikasi SIMENDIT "Perisai Anti Korupsi"


SIMENDIT “Perisai Anti Korupsi” merupakan aplikasi yang berbsis web dengan beberapa keunggulan antara lain :
    1. Cross platform memungkinkan pengguna dapat menggunakan berbagai macam komputer dan device untuk menjalankan aplikasi: PC, Laptop, MacBook, Linux, iPad, GalaxyTab, dll dan berbagai macam sistem operasi: Windows (Internet Explorer, Firefox, Chrome, Opera), MacOSx (Safari, Firefox), Linux (Firefox, Chrome), Android, dll.


2.     Aplikasi dapat dijalankan dimana saja, kapan saja selama pengguna terhubung dengan jaringan internet.

3.  Tidak diperlukan instalasi software pada komputer sehingga pengguna hanya perlu mengakses alamat server, kemudian aplikasi dapat digunakan.

4.      Data tersentralisasi dimana data dan aplikasi disimpan secara terpusat di server dengan menggunakan OS Linux Debian yang direplikasi dengan sistem RAID 1, hal ini menjamin terbebas dari virus.
5.  Menjamin keamanan secara handal yang mempersulit proses evasdropping atau hacking.

6.     Tidak terdapat batasan pada jumlah pengguna dan jumlah data yang diinput.

7.     Aplikasi SIMENDIT user friendly sehingga mudah digunakan bagi pemula namun tetap efektif dan memenuhi kebutuhan bagi profesional. 

#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTI KORUPSI #SEHAT TANPA KORUPSI #INVESTIGASI

Selasa, 28 November 2017

Tips Merancang Proyek Perubahan

TIPS MERANCANG PROYEK PERUBAHAN

#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTI KORUPSI # SEHAT TANPA KORUPSI #INVESTIGASI


Berdasarkan pengalaman merancang dan mengimplementasikan  proyek perubahan (proper DIKLATPIM II), selanjutnya kami ingin berbagi beberapa tips yang mungkin berguna untuk siapa saja yang akan membuat proper.

Proper yang kami angkat berjudul Sistem Manajemen Audit (SIMENDIT) Perisai Anti Korupsi, dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan efektif (September-November 2017). Pengalaman yang didapat antara lain sebagai berikut:

      A.   Aspek Perencanaan
Mengambil topik bahasan untuk proyek perubahan (proper) harus strategis dan diperlukan oleh organisasi. Harus disosialisasikan konsep dan benefit dari proper kepada sasaran/target yang akan merasakan dampak dari proper. Akan lebih baik jika proper juga ada manfaatnya untuk stakeholders lain diluar organisasi, sehingga mudah untuk mencari dukungan dari pihak lain di luar institusi.

   B.   Dalam pembuatan rancangan proper harus dipikirkan secara matang milestone dan detail kegiatan termasuk pentahapannya, serta timeline nya. Hal ini penting untuk memperlancar dalam proses pelaksanaan kegiatan agar tercapai tujuan dan dengantepat waktu. Untuk rencana jangka pendek harus selesai dikerjakan, sehingga pada saat akhir bisa dipresentasikan. Akan lebih baik jika hasil yang dicapai pada jangka pendek diumumkan/ di launching sehingga berbagai pihak tahu akan proper yang kita buat. Terkait dengan hal tersebut peran tim efektif sangatlah penting, optimalkan sumber daya yang ada. Pekerjaan dapat dikerjakan sekalipun dipantau jarak jauh.

    C.   Pelaksanaan kegiatan dibutuhkan dukungan anggaran, sementara anggaran khusus untuk pelaksanaan proper ini tentu saja tidak tercantum/ dialokasikan di dalam DIPA, namun jika rancangan proper memang terkait dengan kebutuhan organisasi serta ruang lingkup kewenangan peserta diklat, maka semua biaya yang diperlukan terkait dengan proper dapat menggunakan anggaran yang ada (dengan cara melakukan revisi anggaran). Dalam upaya membangun SIMENDIT kami menggunakan anggaran DIPA yang ada di Inspektorat Investigasi dan juga dari Sekretariat Inspektorat Jenderal. Tidak ada kendala yang berarti tentang biaya yang diperlukan, karena mendapat dukungan/ support yang besar dari Mentor.

      D.   Komitmen pimpinan dan tim efektif
Salah satu kunci suksesnya proper ini terletak pada komitmen pimpinan dan tim efektif. Dengan komitmen yang tinggi, pelaksanaan kegiatan menjadi lancar dan permasalahan yang ada dapat segera diselesaikan dengan baik. Pembentukan tim efektif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan atara lain: integritas yang tinggi, cakap, kinerja dan  perilakunya baik. Selain itu harus “melek” teknologi dan adaptif. Tim efektif harus dapat menjadi contoh dan sekaligus sebagai agent of change dalam implementasi inovasi baru ini. Komitmen disini juga termasuk komitmen dalam membagi waktu saat melaksanakan tugas.

      E.   Koordinasi dengan stakeholders
Dalam melakukan pemetaan stakeholders yang terkait, baik internal maupun eksternal harus dilakukan dengan baik. Diperlukan diseminasi konsep SIMENDIT dan menjalin unsur kemitraan disamping komunikasi yang strategis, terstruktur, jelas. Dalam prinsip kemitraan dimana satu atau beberapa pihak yang mempunyai tujuan yang sama, dapat bekerjasama karena masing-masing  mempunyai benefit atas hasil dari kerjasama tersebut.

      F.    Komunikasi verbal dan non verbal
Teknik diseminasi informasi tentang konsep SIMENDIT yang dilakukan baik di lingkungan internal maupun eksternal hasilnya cukup efektif. Judul SIMENDIT PERISAI ANTI KORUPSI menjadi daya tarik para stakeholders untuk mengetahui lebih dalam.

Diseminasi informasi yang kami laksanakan selain menggunakan alat bantu berupa power point juga  kami membuat media komunikasi berupa logo, standing banner, jargon, pin, menerbitkan buku-buku dengan design yang senada sehingga menggambarkan branding khusus untuk SIMENDIT PERISAI ANTI KORUPSI.

Upaya lain untuk mengenalkan proper ini yaitu dengan membuat tulisan populer di majalah Kementerian Kesehatan Mediakom. Mediakom ini ada dalam bentuk cyang disebarkan di semua pelayanan kesehatan sampai di Puskesmas yang tersebar di 34 Provinsi dan juga dalam bentuk on line. Selain itu kami juga mengunggah di youtube, blog, dan facebook, juga membuat film pendek, karena targetnya merambah ke usia muda yang “melek” teknologi

     G.   Tinggalkan manual
SIMENDIT PERISAI ANTI KORUPSI yang kami buat ini merupakan terobosan yang inovatif, menggunakan dukungan sarana berupa aplikasi SIMENDIT yang berbasis web. Dengan menggunakan teknologi ini maka pengaduan masyarakat ditangani lebih mudah murah dan cepat. Meninggalkan cara lama yang masih manual. Sistem ini strategis, inovatif untuk digunakan oleh stakeholders internal dan eksternal, khususnya untuk pemantauan Auditor dan kontrol kasus-kasus pengaduan. Penggunaan aplikasinya praktis dan menjadikan penggunanya tetap terjaga integritasnya. Jangka menengah dan jangka panjang dapat juga diterapkan di Inspektorat Pembina, dengan melakukan pengembangan software, karena aplikasi software nya dinamis sehingga dapat disesuaikan dan disempurnakan tergantung subatansi dan jenis auditnya.

Membuat daftar risiko yang diprediksi akan terjadi sehingga dapat mengagalkan selesainya proper. Daftar atau peta risiko ini dilengkapi dengan siapa pemilik risiko dan bagaimana alternatif pengendalian risikonya. Sebagai contoh bahwa prediksi awal adalah adanya keterlambatan dalam penyelesaian milestone dan kegiatannya. Namun karena sudah diantisipasi maka selama pelaksanaan kegiatan tidak dijumpai kendala yang berarti.