Rabu, 07 Februari 2018

RSUP DR. KARIADI SEMARANG TERUS BERUPAYA MENJADI YANG TERBAIK


#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI




RSUP Dr. Kariadi Semarang merupakan Satuan Kerja di lingkungan Kemenkes yang pertama kali mendapatkan predikat Satker menuju WBK tahun 2014 dan predikat menuju WBBM tahun 2015 dari KemenPAN & RB. Pada tanggal 25 – 26 Januari 2018, Tim Itjen Kemenkes berkunjung ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mengetahui proses perubahan yang dilakukan oleh seluruh pegawai sehingga mendapatkan predikat Satker menuju WBBM tahun 2015 dan konsistensi terhadap pelaksanaan sistem yang telah dibangun sebelumnya. Tim melihat bahwa perbaikan dan inovasi dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain layanan jantung terpadu yang sudah berjalan dan menjadi unggulan pada saat penilaian WBK/WBBM, saat ini sedang dikembangkan 3 layanan unggulan meliputi layanan onkologi terpadu, bedah minimal invasif dan transplantasi.

Pada proses pengadaan barang/jasa, Satker ini telah melibatkan BPKP Perwakilan Jawa Tengah untuk melakukan pendampingan pada tahap perencanaan pekerjaan konstruksi. Proses pendampingan dilakukan sebelum HPS ditetapkan oleh PPK dan hasilnya RSUP dr. Kariadi Semarang dapat menghemat anggaran untuk pelaksanaan pengadaan tersebut. Efisiensi juga dilakukan pada pengelolaan listrik dan air dengan melibatkan Kementerian ESDM untuk menyusun desain pengelolaan sumber – sumber energi tersebut agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu kebijakan yang menjadi momentum terjadinya perubahan pola pikir pegawai di RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah dilaksanakannya Program Pengembangan Budaya Kerja. Program ini ditetapkan melalui Keputusan Direktur Utama yang mulai berjalan sejak tahun 2014 bertujuan untuk menselaraskan visi, misi, dan nilai organisasi dengan visi, misi, dan nilai individu masing – masing pegawai. Tim Itjen telah melihat dokumen rencana program tersebut di tahun 2018 dimana kegiatan awalnya untuk mencari permasalahan utama yang terjadi di lingkungan Rumah Sakit dengan mengoptimalkan peran seluruh Agent of Change di setiap unit kerja.

Pada tahap pengembangan karir, RSUP Dr. Kariadi Semarang telah menerapkan proses seleksi secara terbuka, sebagai contoh pada tanggal 11 Agustus 2017 telah diumumkan seleksi terbuka untuk jabatan kepala ruangan dengan tahapan seleksi administrasi, uji tulis, uji psikotest, uji presentasi dan wawancara yang diikuti oleh 89 orang pelamar dan hasilnya pada tanggal 31 Agustus 2017 diketahui sebanyak 51 orang lolos sebagai calon Kepala Ruangan.

Saat ini sedang dilakukan proses pengembangan teknologi informasi secara internal melalui Kariadi Information System (KIS) yang salah satunya dapat memuat seluruh SOP, pedoman dan regulasi yang diterbitkan oleh RSUP Dr. Kariadi Semarang, terdapat juga aplikasi pencatatan persediaan dengan konten yang lebih rinci dibandingkan dengan aplikasi persediaan yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan yaitu dapat mengetahui jenis, jumlah dan lokasi distribusi barang.


Aplikasi untuk pengukuran kinerja juga sedang dilakukan uji coba/trial, dalam aplikasi ini setiap pegawai akan mengisi log book harian secara onlineyang nantinya akan diperhitungkan dalam nilai indikator kinerja individu (IKI) bulanan. Tim merasakan secara langsung keramahan, ketanggapan dan kecepatan pelayanan yang dimulai dari petugas penerima tamu, selain itu hasil wawancara dengan beberapa pasien menggambarkan kepuasan terhadap pelayanan yang telah diterima, dan beberapa pegawai mengakui bahwa perubahan/perbaikan yang terjadi pada masa penilaianWBK/WBBM, saat ini telah menjadi budaya pada setiap aktivitas yang dilakukan oleh masing – masing unit kerjadi lingkungan RSUP Dr. Kariadi Semarang.




Oleh: Achmad Noor Cholid

Selasa, 30 Januari 2018

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Jajarannya Siap Berkomitmen Mewujudkan WBK di Tahun 2018

#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI


Senin 22 Januari 2018, Pusat Data dan Informasi Setjen Kemenkes RI mengadakan acara sosialisasi WBK/WBBM di lingkungannya. Hadir sebagai narasumber Inspektur Investigasi Ibu drg. Rarit Gempari, MARS, QIA mengupas tuntas tentang WBK/WBBM. Turut hadir di tengah acara, Kepala Pusat data dan Informasi Bapak Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes. Keberhasilan pelaksanaan WBK/WBBM memerlukan komitmen yang kuat dari Pimpinan Satker, imbuh Ibu drg. Rarit Gempari, MARS, QIA dalam pemaparannya. Antusias peserta sosialisasi nampak dengan dilontarkannya berbagai pertanyaan.


Sebagai langkah awal, Pusdatin akan segera melakukan pencanangan Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Semoga Pusdatin dapat menjadi salah satu Satker yg memperoleh predikat WBK di tahun 2018.




Jumat, 19 Januari 2018

Penyusunan Perjanjian Kerja Sama terkait Pemanfaatan Sertifikat Elektronik Guna Pengamanan SIMENDIT

#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI 

Sebagai tindak lanjut dari Sosialisasi Sertifikat Elektronik oleh Balai Sertifikasi Elektronik, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 22 Desember 2017. Inspektorat Jenderal mengundang Biro Hukum dan Organisasi Setjen Kemenkes untuk menyusun draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Inspektorat Jenderal Kemenkes RI dengan Balai Sertifikasi Elektronik BSSN tentang Pemanfaatan Sertifikat Elektronik dalam Mendukung Pengelolaan dan Perlindungan Informasi di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes RI, pada hari Senin 8 Januari 2018 bertempat di ruang rapat 304. Penyusunan PKS ini merupakan upaya pengamanan terhadap SIMENDIT, mengingat aplikasi ini memuat berbagai informasi dan data-data yang bersifat rahasia.

Rapat dipimpin oleh Inspektur Investigasi Ibu Rarit Gempari, dihadiri oleh Kabag TU Hukum dan Kepegawaian Bapak Dede Mulyadi, Tim Pembangun Aplikasi SIMENDIT, dan Ketua Tim Audit Inspektorat Investigasi. Dari Biro Hukum dan Organisasi Setjen dihadiri oleh Kasubag Peraturan Perundang-undangan Bapak Iwan Kurniawan, yang memberikan masukan terkait tata naskah hukum.


Semoga Perjanjian Kerja Sama antara Balai Sertifikasi Elektronik BSSN dengan Inspektorat Jenderal Kemenkes RI dapat segera terwujud.


Rabu, 17 Januari 2018

Gelar Pengawasan dengan Inspektorat III dan IV Sebagai Titik Tolak Pembinaan 2018

#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI


Inspektorat Investigasi yang selama ini menangani  pengaduan masyarakat di Kementerian Kesehatan, pada tanggal 27 Desember 2017 dan 10 Januari 2018 menyelenggarakan rapat gelar pengawasan bersama dengan Inspektorat III dan IV. yang dipimpin oleh Inspektur Investigasi Ibu drg. Rarit Gempari, MARS, QIA.

Dalam gelar kasus ini disampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Badan PPSDM Kesehatan serta Unit Pelayanan Teknis (UPT) dibawahnya yaitu Bapelkes dan Poltekkes, Direktrorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta UPT dibawahnya antara lain (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).  Hal ini tepat karena Inspektorat III sebagai pembina Ditjen P2P dan Inspektorat IV merupakan pembina Badan PPSDM. Hasil penyampain permasalahan serta hasil audit yang telah dilakukan oleh Inspektorat Investigasi tersebut, diharapkan dapat menjadi titik tolak dalam membina Satker binaannya pada tahun 2018.

Selain itu, gelar pengawasan ini dapat menjadi lesson learn bagi Unit Utama maupun UPT lain, sehingga diharapkan mereka dapat mencegah dan menghindari timbulnya permasalahan yang sama atau berulang di lingkungannya.


Semoga Inspektorat Jenderal Kemenkes dapat mewujudkan Kementerian Kesehatan yang sehat tanpa korupsi.

Gelar Pengawasan Dihadiri oleh Inspektur IV

Gelar Pengawasan Dihadiri oleh Inspektur III

Selasa, 16 Januari 2018

PELEPASAN INSPEKTUR JENDERAL KEMENKES PERIODE 2015 – 2017

#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI

Inspektur Jenderal Kemenkes Bapak Drs. Purwadi Apt, MM, ME memasuki masa purnabakti pada 1 Januari 2018. Beliau genap 2 tahun 10 bulan menjabat sebagai Inspektur Jenderal sejak 12 Februari 2015. Pada hari Rabu 10 Januari 2018, seluruh jajaran Inspektorat Jenderal berkumpul di Ruang Siwabessy berpartisipasi dalam acara pelepasan Bapak Purwadi.

Rangakaian acara pelepasan Inspektur Jenderal dilanjutkan dengan launching buku “ Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan Bagian dari Solusi, Dulu, Kini, dan Nanti" keesokan harinya yaitu pada hari Kamis 11 Januari 2017. Acara ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan Ibu Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), jajaran Eselon I Kemenkes, Eselon II Itjen Kemenkes, serta mengundang Deputi Bidang Pencegahan KPK, Ketua Ombudsman, Indonesia Corruption Watch (ICW), Inspektur Jenderal dari Kementerian lain, dan juga para mantan Inspektur Jenderal serta Inspektur Itjen Kemenkes.

Buku ini diterbitkan atas gagasan Bapak Drs. Purwadi Apt, MM, ME, berisikan kisah-kisah  pengamanan Kementerian Kesehatan yang dilakukan oleh organisasi yang bernama Inspektorat Jenderal sejak dibentuk pada 1971 hingga akhir 2017.

Buku yang terdiri dari 122 halaman ini terdiri dari 5 bagian utama, yaitu: Pengawasan sebelum terbentuk Itjen; Itjen Masa Orde Baru, Itjen di Era Reformasi; Tugas berat Itjen; Perubahan paradigma dari watchdog ke quality assurance; serta beberapa pendapat mengenai fungsi pengawasan yang dilaksanakan Itjen Kemenkes. Selain itu, disajikan pula halaman suplemen yang memuat jejak langkah Itjen, menginformasikan mengenai peristiwa penting serta prestasi yang diraih dalam kurun waktu 46 tahun.

Selamat memasuki masa purnabakti Bapak Drs. Purwadi Apt, MM, ME, semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT.





Kamis, 11 Januari 2018

SOSIALISASI SERTIFIKAT ELEKTRONIK UNTUK PROTEKSI SISTEM MANAJEMEN AUDIT (SIMENDIT)

#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI

Pada hari Jumat, 22 Desember 2017, Inspektorat Jenderal mengundang Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang dihadiri oleh Bapak Sandhi Prasetiawan dan Eko Yon Handri, untuk mensosialisakan implementasi sertifikat elektronik untuk proteksi email dan secure socket layer (SSL). Sosialisasi dibuka oleh Inspektur Investigasi Ibu Rarit Gempari, dihadiri oleh Auditor, staf Inspektorat Investigasi, serta perwakilan dari Bagian Program dan Informasi, dan APTLHP Itjen Kemenkes.

Dalam sosialisasi ini mengupas pentingnya sertifikat elektronik bagi Kementerian/ Lembaga dalam mengamankan informasi dan data-data elektronik. Bapak Sandhi menjelaskan berbagai manfaat sertifikat digital dari Balai Sertifikasi Elektronik, yang digunakan untuk proteksi email, Virtual Private Network, SSL, Encrypted File System, Code Signing, tanda tangan digital dan Time Stamping.

Berbagai Manfaat Sertifikat Digital

Sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk memberikan proteksi terhadap aplikasi Sistem Manajemen Audit (SIMENDIT) yang saat ini telah diimplementasikan untuk kegiatan audit di Inspektorat Investigasi, dan kedepannya SIMENDIT akan diterapkan Inspektorat I sampai dengan IV. Sebagai tindak lanjut atas sosialisasi ini perlu Perjanjian Kerja Sama antara Inspektorat Jenderal dengan Balai Sertifikasi Elektronik BSSN sehingga keamanan informasi dan data SIMENDIT lebih terjamin.


Jumat, 05 Januari 2018

Penandatanganan Komitmen Implementasi Sistem Manajemen Audit (SIMENDIT) di Inspektorat I, II, III, IV dan Inspektorat Investigasi

#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI 

Pada hari Jum’at, 22 Desember 2017, dilaksanakan penandatangan komitmen bersama oleh Pimpinan dan Jajaran Pejabat Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Komitmen ini dituangkan dalam Pakta Kesepakatan yang ditandatangani oleh Inspektur Jenderal, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Inspektur I, Inspektur II, Inspektur III, dan Inspektur IV, dan Inspektur Investigasi Itjen Kemenkes RI.

Dengan ditandatanganinya komitmen ini, seluruh jajaran Inspektorat Jenderal telah siap mengimplementasikan SIMENDIT “Perisai Anti Korupsi” di tahun 2018. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang efektif dan peningkatan kualitas pengawasan Inspektorat Jenderal Kemenkes RI.
Penandatangan Komitmen Implementasi SIMENDIT
Semoga aplikasi SIMENDIT dapat terus berkembang, menjadi aplikasi e-audit yang memberikan manfaat bagi Kementerian Kesehatan dan seluruh stakeholders terkait.