Selasa, 07 Agustus 2018
Kamis, 19 Juli 2018
CEGAH KORUPSI DENGAN INOVASI
RARIT GEMPARI
Mengawali tugas sebagai
Inspektur Investigasi langsung bersiap untuk menjadi panutan tidak melakukan
korupsi dan memberantas korupsi di Kementerian Kesehatan dan jajarannya.
Beruntung sekali juli 2017 mendapat kesempatan untuk ikut diklatpim II, dan
diwajibkan untuk membuat proyek perubahan (proper) yang strategis dan inovatif.
Yang dimaksud adalah program yang belum pernah ada yang dapat membuat
perubahan, mempunyai nilai manfaat, memperbaiki pelayanan publik, dapat
dilaksanakan berkelanjutan serta diadopsi di tempat yang lain.
Saya dan teman-teman di
Inspektorat Investigasi yang membidani terwujudnya Sistem Manajemen Audit (SIMENDIT) PERISAI
ANTI KORUPSI yang diimplementasikan di Inspektorat Investigasi hingga saat ini.
Dengan SIMENDIT, diharapkan dapat menangkal
korupsi baik internal yang menyangkut upaya suap atau gratifikasi kepada
Auditor, maupun eksternal yaitu dengan upaya pencegahan melalui link data dan informasi dengan stakeholders terkait.
Untuk selanjutnya
sudah disepakati dengan penandatanganan perjanjian
oleh para Inspektur Pembina untuk
direplikasi empat Inspektorat di Kementerian Kesehatan. Prinsip terobosan ini
adalah dengan mengoptimalkan sumberdaya yang ada, dan dengan inovasi sistem
serta didukung teknologi serta sarana penunjang lainnya, akan memperlancar
pelaksanaan audit yang berujung pada optimalisasi kualitas hasil audit serta
meningkatkan pelayanan khususnya pelayanan pengaduan masyarakat.
Sistem audit yang
manual kita tinggalkan dengan merevitalisasi sistem yang ada, serta menggunakan sarana pendukung berupa aplikasi
yang berbasis web, sehingga proses audit menjadi lebih cepat, komunikasi dan
pemantauan lebih lancar, dokumen kertas kerja audit lebih baik, rapi, dalam
bentuk soft file, terjaga
kerahasiannya, dan kualitas audit meningkat. Hal ini akan berdampak pada
penggunaan sumberdaya yang lebih efisien. Dengan demikian koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholders
internal di lingkungan Itjen dan Kementerian Kesehatan serta stakeholders eksternal seperti KPK, BPK,
BPKP,LPSK, PPATK, akan lebih cepat dan lancar. Demikian juga pendalaman kasus
oleh aparat penegak hukum (APH) menjadi lebih baik.
Dampak penting
lainnya, SIMENDIT akan dapat mengungkit aspek kontrol pimpinan kepada auditor yang penugasan
auditnya menyebar, juga pemantauan kasus yang ditangani dapat dilakukan real time dan tidak harus dengan tatap
muka. Jika akan dikaitkan dengan pemberian reward
juga akan significant karena bisa menggambarkan bukti kerja Auditor yang
objektif. Demikian juga untuk penerapan sanksi atas kerja yang tidak
profesional, termasuk menangkal pemberian gratifikasi dan suap dari auditee.
Dengan demikian slogan
SIMENDIT adalah MMC-SIPID, yaitu mudah murah dan cepat, sementara SIPID adalah strategis,
inovatif, praktis, integritas dan dinamis.
Inovatif yang
dimaksud adalah mempunyai nilai manfaat, memiliki dampak positif dalam upaya
perbaikan layanan publik, dapat direplikasi atau diadopsi di tempat lain dan
memiliki keberlanjutan.
Untuk melaksanakan SIMENDIT kuncinya terletak pada integritas
dan komitmen yng kuat dari pimpinan dan tim kerja, disiplin serta perubahan
budaya kerja, motivasi, profesionalitas dan adanya keinginan untuk berubah
menjadi lebih baik. Terima kasih kepada keluarga besar
Inspektorat Investigasi yang penuh semangat dan dedikasinya dalam bekerja untuk
Kementerian Kesehatan yang lebih bersih.
#INVESTIGASI
#SIMENDIT #ANTIKORUPSI #MMC-SIPID
#RARIT
Senin, 25 Juni 2018
HALAL BIHALAL MENJALIN SILATURAHMI KELUARGA BESAR INSPEKTORAT JENDERAL KEMENKES
#SIMENDIT
#MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI
Usai
libur lebaran dan halal bihalal Kemenkes RI, Inspektorat Jenderal Kemenkes RI
pada hari Rabu tanggal 21 Juni 2018 mengadakan halal bihalal yang menjadi
tradisi dalam perayaan Idul Fitri. Halal bihalal tahun ini diselenggarakan di
RR 306 Itjen, dihadiri oleh Inspektur Jenderal serta jajaran pejabat di
Inspektorat Jenderal Kemenkes. Pada momen ini seluruh keluarga besar Inspektorat
Jenderal saling bersalaman untuk bermaaf-maafan. Halal bihalal ini menjadi
ajang silaturahmi yang dapat meningkatkan kerukunan dan kekompakan Inspektorat
Jenderal sebagai satu kesatuan keluarga besar.
Setelah
usai acara halal bihalal, seluruh pegawai beraktivitas kembali menyelesaikan
pekerjaan masing-masing. Inspektorat Investigasi pun sudah padat sejak pagi
hingga sore menjelang malam dengan kegiatan Gelar Pengawasan yang membahas
banyak kasus-kasus pengaduan yang berkadar pengawasan pula, Jum’at tanggal 22
Juni 2018.
Kepada
Bapak Ibu pecinta blog Investigasi, kami keluarga besar Inspektorat Investigasi
mengucapkan selamat Idul Fitri 1439H, mohon maaf lahir dan batin.
Kamis, 21 Juni 2018
PENTINGNYA TINDAK LANJUT HASIL PRE ASESSMENT WBK PADA BIRO UMUM SETJEN KEMENKES
#SIMENDIT
#MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI
Senin, 28 Mei 2018 Kepala Biro Umum Setjen
Kemenkes mengundang Inspektur Investigasi, Ibu drg. Rarit Gempari, MARS, QIA
untuk hadir dalam rapat tidak lanjut hasil pre
assessment Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Biro Umum tahun 2018. Dalam
kesempatan ini, Ibu Rarit memaparkan overview
hasil pre assessment WBK Biro Umum
yang dilakukan oleh tim dari Inspektorat Investigasi Itjen Kemenkes pada
tanggal 17-18 Mei 2018. Hasil pre
assessment WBK pada Biro Umum menunjukkan bahwa terdapat peningkatan
indikator pengungkit jika dibandingkan dengan hasil pre assessment tahun 2017 yang lalu. Hal ini menunjukkan keseriusan
tim pembangunan Zona Integritas (ZI) Biro Umum dalam berupaya membangun iklim
WBK di lingkungannya. Salah satu bukti konkret adalah dengan mulai
digalakkannya “no tipping” terhadap
petugas pelayanan Biro Umum.
Selain hasil pre assessment WBK, Ibu Rarit menyampaikan kiat-kiat membangun
WBK/WBBM dan berbagai inovasi yang dilakukan oleh Satker-satker Kemenkes yang
telah sukses menerapkan budaya WBK/WBBM. Salah satu kunci sukses membangun
WBK/WBBM, selain peran pimpinan sebagai role
model, diperlukan dukungan dari seluruh komponen yang ada di lingkungan
organisasi, bahkan seorang juru parkir sekalipun harus menerapkan budaya
WBK/WBBM, imbuh Ibu Rarit yang telah lama berkecimpung membidani Satker
Kemenkes meraih WBK/WBBM. Hasil pre
assessment dijadikan dasar untuk lebih mengungkit dan memperkuat
unsur-unsur nilai pengungkit sehingga capaian nilai lebih optimal.
DISKUSI INTERAKTIF ACFE INDONESIA DI KEMENTERIAN KESEHATAN
#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI
#ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI
Senin, 14 Mei 2018, Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia bekerjasama dengan
Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan menyelenggarakan diskusi interaktif
tentang investigatif interview. Acara
yang berlangsung di Ruang Leimena dibuka secara resmi oleh Inspektur Jenderal Kemenkes,
dihadiri oleh Sekretaris Itjen, jajaran Inspektur I, II, IV, serta Inspektur Investigasi
Ibu drg. Rarit Gempari, MARS, QIA selaku penggagas terselenggaranya acara ini
di Kemenkes.
Selaku narasumber, Bapak Mairizal
Chaidir, CA, CACP, CFE mengupas tentang investigative
interview mulai persiapan, teknik-teknik, sampai dengan hambatan yang
dihadapai pada saat melakukan interview.
Topik ini sangat menarik sehingga mengundang berbagai pertanyaan dari peserta
diskusi yang terdiri dari berbagai sektor, yaitu pemerintahan, BUMN, dan
swasta.
Investigative
interview menjadi salah
satu teknik audit yang sangat menentukan diperolehnya informasi dan fakta-fakta
penting guna mengungkap terjadi atau tidaknya suatu kecurangan atau
penyimpangan dari peraturan perundang-undangan. Bahkan dinyatakan bahwa
informasi merupakan “nafas” dalam audit investigatif. Teknik investigative interview ini penting untuk
dikuasai oleh para Auditor, 136 peserta baik member mapupun non member ACFE
Indonesia antusias menghadiri acara ini.
Sebagai penutup,
perwakilan dari ACFE Indonesia Ibu Animaharsi selaku Wakil Direktur Membership
ACFE Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Inspektorat Jenderal
Kemenkes khususnya Ibu Rarit Gempari, karena telah bekerjasama dalam
terselenggaranya acara diskusi rutin ACFE Indonesia. Semoga kerjasama dengan
ACFE Indonesia dapat terus terjalin dan memberikann manfaat bagi kita semua
khususnya Inspektorat Jenderal Kemenkes.
Selasa, 15 Mei 2018
PROSES ADOPSI SIMENDIT UNTUK INSPEKTORAT II KEMENKES
#SIMENDIT
#MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI
Senin tanggal 12 Februari
2018 bertempat di ruang rapat 306, Inspektorat Investigasi diundang oleh
Inspektorat II untuk melakukan Sosialisasi Sistem Manajemen Audit (SIMENDIT).
Undangan ini merupakan tindak lanjut atas komitmen bersama seluruh jajaran
Inspektorat Jenderal untuk mengimplementasikan SIMENDIT. Sebelumnya sosialisasi
SIMENDIT telah dilakukan kepada jajaran Inspektorat I, III, dan IV.
Ibu Rarit Gempari selaku
penggagas SIMENDIT, melalui pemaparannya mengupas tentang latar belakang dibangunnya
SIMENDIT sampai dengan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari SIMENDIT.
Kemudian acara dilanjutkan dengan demo penggunaan aplikasi SIMENDIT oleh
Auditor Inspektorat Investigasi yaitu Natalia Melanie dan Achmad Noor Cholid, serta
testimoni selama menggunakan SIMENDIT dalam penugasan audit.
Antusias para Auditor
Inspektorat II terhadap SIMENDIT ditunjukkan dengan diajukan berbagai
pertanyaan. Hadir ditengah-tengah acara untuk menjawab rasa penasaran peserta
sosialisasi terhadap SIMENDIT, Bapak Sardi selaku Auditor Madya di Inspektorat
Investigasi menyampaikan sejak digunakannya SIMENDIT mempermudah tugasnya
sebagai Dalnis dalam memantau pekerjaan Tim dimanapun dan kapanpun.
Saat ini SIMENDIT sedang
menuju proses pengembangan penambahan fitur yang disesuaikan dengan proses
bisnis inspektorat I sampai dengan IV. Diakhir acara, Inspektur II menyampaikan
harapannya bahwa SIMENDIT dapat dikembangkan dan diimplementasikan sebagai
sistem audit yang berbasis IT yang menjadi cita-cita Inspektorat Jenderal. Selanjutnya kami berharap kepada Sekretaris
Itjen agar dapat memfasilitasi penerapan SIMENDIT di Inspektorat Pembina.
Langganan:
Postingan (Atom)







