Selasa, 04 September 2018

KULIAH DUHA ITJEN (KUDUIT)


#ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI #RARIT #BANGGATANPAKORUPSI #ASNKERENTANPAKORUPSI #SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI



Akhir tahun 2017 yll kami di Inspektorat Investigasi mencoba untuk melakukan serasehan yang tujuannya untuk melakukan kajian tentang Al-Quran. Kajian singkat yang biasanya hanya satu atau satu setengah jam ini kami lakukan sebulan sekali dengan cara mengambil satu topik dan dilakukan dengan cara sharing dari kita untuk kita. Topiknya bisa apa saja, dengan cara sinkronisasi kerja yang disandingkan dan dilihat dengan kacamata agama Islam. Dikuti oleh siapa saja yang berminat. Mulai dari Inspektur Investigasi, para auditor, tata usaha di Inspektorat Investigasi, Inspektorat Pembina dan juga sekretariat. Ajang ini juga merupakan silaturahmi yang sifatnya non formal untuk membicarakan dan mengasah rohani. Kenapa harus di diasah? Ibaratnya saja hand phone, maka HP akan selalu di cas. apalagi dengan rohani kita. Jika tidak di cas maka akan kering dan gersang sehingga harus mendapat makanan untuk menyegarkan dan agar senantiasa hidup dengan baik. Lebih lanjut sebagai kontrol dan mengingatkan diri untuk tetap dan terus berintegritas.

Acara KUDUIT ini bisa juga sebagai relaksasi disela-sela kepadatan pekerjaan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Kehidupan rohani dan duniawi haruslah imbang dan senantiasa diasah. Arti dan tujuan hidup dengan semboyan bahwa maju tanpa harus menyingkirkan, naik tanpa menjatuhkan, baik tanpa menjelekkan dan harus jadi benar tanpa menyalahkan wajib dipegang kokoh. Kerja, kerja, kerja, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas memang harus selalu kita lakukan, namun jika dibarengi dengan landasan sebagai ibadah dan semata untuk melaksanakan salah satu perintah Allah, rasanya hasil kerja kita akan lebih mantap dan bermanfaat bagi kita semua.  Mari kita ikuti KUDUIT, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.



Senin, 03 September 2018

TPI KEMENKES SIAP MENILAI DAN MENETAPKAN SATKER PENERIMA PENGHARGAAN MENKES 2018

Rarit Gempari
INSPEKTUR INVESTIGASI

#SIMENDIT  #antikorupsi #asnkerentanpakorupsi #sehattanpakorupsi
#banggatidakkorupsi #rarit #investigasi



Dalam upaya mewujudkan Kementerian Kesehatan “yang bersih”, tim penilai internal (TPI), akan turun ke 16 satker yang mempunyai nilai pra asesmen diatas 75 dan mempunyai komitmen yang tinggi untuk mewujudkan satker yang bebas dari korupsi (WBK).

Tujuan dari WBK ini tentu saja sejalan dengan Reformasi Birokrasi dan merupakan langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional. Dalam pelaksanaannya Reformasi Birokrasi menargetkan tercapainya tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

Tahapan satker menuju WBK dimulai dari sosialisasi tentang WBK itu sendiri, pencanangan Zona Integritas, kemudian pre asessment yang dilakukan oleh Inspektorat Investigasi, serta telah mendapatkan pembinaan dari Inspektorat dan Unit Eselon satu terkait. Hari ini Senin 3 September 2018 TPI telah melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Rarit Gempari selaku Inspektur Investigasi, dan memutuskan 16 Satker untuk dilakukan survey eksternal dan juga penilaian. Penilaian TPI yang beranggotakan unit eselon satu dan Inspektorat akan memualai penilaian pada 12 September sampai dengan 22 September dan rencananya tanggal 1 Oktober akan dilakukan pleno guna menetapkan satker yang mendapat penghargaan Menteri Kesehatan untuk wilayah bebas korupsi (WBK).







DATA ANALITIK UNTUK MENDETEKSI KECURANGAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0


#ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI #ASNKERENTANPAKORUPSI #BANGGATIDAKKORUPSI #ANTIKORUPSI #INVESTIGASI #SIMENDIT

Round Table Discussion dengan Narasumber Stevanus Alexander B.P. Sianturi, SE, Ak, MForAcc, CPA, CFE, CA


Pada era digital saat ini, penggunaan secara manual mulai ditinggalkan. Masyarakat sudah sangat akrab dengan penggunaan teknologi yang terbukti lebih praktis, efesien dan memudahkan urusan di hampir semua lini. Gadget membuat orang mempunyai kecenderungan untuk bekerja, berkomunikasi bahkan hingga mencari pengetahuan.  Media sosial menghubungkan setiap individu di belahan dunia dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya dan dapat digunakan sejak bangun tidur di pagi hari hingga akan tidur di malam hari. Jutaan posting di media sosial menghasilkan data dalam jumlah sangat besar. Jika diistilahkan, “saat ini dunia berada dalam jangkauan tangan”.

“Pada saat bekerja bahkan bermain-main, kita sudah terbiasa dengan penggunaan data seperti percakapan melalui telepon seluler/whatsapps atau transaksi (keuangan) melalui internet banking” demikian penuturan Stevanus Alexander B.P. Sianturi, SE, Ak., MForAcc, CPA, CFE, CA dari Ernst and Young Indonesia bagian Fraud Investigation and Dispute Services (FIDS) saat mengawali diskusi interaktif yang dikemas dalam Round Table Discussion pada hari Jumat, 24 Agustus 2018 bertempat di Audiotrium Siwabessy Kementerian Kesehatan RI.

PENTINGNYA DATA ANALITIK

Dalam sambutan yang diberikan oleh Rudy Hartono, CFE selaku Director of Institutional Relationship  ACFE Indonesia diungkapkan bahwa kita sudah memasuki revolusi industri 4.0 sehingga mau tidak mau kita sebagai praktisi anti fraud harus mengerti dan memahami mengenai digitalisasi teknologi. Saat ini data analitik sangat diperlukan sehingga tools-nya seperti apa dan bagaimana mendeteksi fraud menggunakan data analitik harus diketahui.

Seiring dengan kemajuan teknologi digital, para pelaku fraud semakin cerdik dalam mencari celah sehingga metode deteksi kecurangan yang bersifat konvensional sudah tidak mempan lagi digunakan. Oleh karena itu auditor internal harus mengakali dengan menggunakan analisis data. Hal itu sejalan dengan penjelasan Stevanus Alexender B.P. Sianturi, SE, Ak., MForAcc, CPA, CFE, CE yang menjadi narasumber pada kegiatan Round Table Discussion tersebut.

Tercantum pada langkah kedua Fraud Risk Management (Risk Assessment) yang dikeluarkan oleh COSO bahwa teknik data analitik digunakan dalam mapping risk dan untuk merespon terhadap risiko. Juga pada langkah ketiga Fraud Risk Management tersebut (Control Activities) disebutkan bahwa harus dilakukan proactive data analytics procedures dimana data dapat langsung diolah tanpa harus menunggu kejadian karena data sudah tersedia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data analitik merupakan kunci dalam pencegahan kecurangan.

Berdasarkan data ACFE 2018 – Report to the Nations, Implementasi Data Monitoring/Analysis dan Surprise Audits berkorelasi sangat tinggi terhadap penurunan kerugian karena fraud dan durasi dalam menemukan terjadinya fraud. Organisasi yang mengimplementasikan Data Monitoring/Analysis mengalami kerugian karena fraud lebih rendah 52% serta 58% lebih cepat menemukan adanya fraud  daripada organisasi yang tidak mengimplementasikan Data Monitoring/Analysis. Oleh karena itu, data analitik ini memberikan kontribusi yang besar dalam deteksi fraud. 

Analisis data sangat penting untuk diimplementasikan sebagai salah satu cara mendeteksi fraud secara proaktif sehingga fraud lebih cepat diungkap serta meminimalisir terjadinya kerugian. Analisis data dapat digunakan untuk menemukan berbagai penyelewengan atau pola dalam transaksi yang dapat mengindikasikan adanya kelemahan pengendalian atau adanya fraud, demikian disampaikan Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Heru Arnowo, SH, MM, CFrA pada saat membuka acara yang bertajuk Fraud Detection using Data Analaytics tersebut.

Acara diskusi interaktif yang dikemas dalam Round Table Discussion sendiri merupakan kegiatan rutin ACFE, dan dalam kesempatan ini Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI melalui Inspektorat Investigasi menawarkan diri menjadi tuan rumah. Acara yang dihadiri oleh praktisi pengawasan baik APIP Kemeterian/Lembaga dan Instansi Pemerintah serta auditor internal dari perusahan-perusahaan swasta tersebut mendapat animo yang cukup besar dengan dihadiri oleh lebih dari 250 peserta. Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan wawasan auditor internal dalam menangani fraud.


Oleh : Dewi Mayangsari


Add caption

Senin, 27 Agustus 2018

PELAKSANAAN PRE ASSESSMENT MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI (WBK) DI RS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA TAHUN 2018

#SIMENDIT #MMC-SIPID #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI

Pelaksanaan pre assessment oleh Tim Inspektorat Jenderal Kemenkes RI pada tanggal 4 s.d 5 Juli Juli 2018 pada RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang diterima oleh Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bapak Dr. Dr. Iwan Dakota, Sp.JP(K) diruang rapat direksi lantai 4, kegiatan Pre Assessment dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi Rumah Sakit dan tim Pokja WBK/WBBM RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Dalam sambutannya Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menyampaikan bahwa saat ini RSJDP Harkit berkomitmen untuk menjalankan dan berusaha memperoleh predikat satker WBK tahun 2018.

Pembukaan pre assessment oleh Tim Inspektorat Jenderal Kemenkes RI pada tanggal 4 s.d 5 Juli Juli 2018 bersama Direktur Utama dan Para Direksi pada RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta


Dalam persiapan menuju satker yang berpredikat WBK, Tim Pokja RSJDP Harkit sudah membuat target-target perioritas dalam pembangunan ZI tahun 2018, dalam pencapaian target-target tersebut tim Pokja rumah sakit selalu melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan setiap bulannya.


Berdasarkan hasil pre assessment RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Provinsi DKI Jakarta memperoleh nilai evaluasi reformasi birokrasi sebesar 76.51%.

Dalam penilaian Pre Assessment ini tim Inspektorat Jenderal Kemenkes juga melakukan penilaian Maturitas SPIP yang meliputi Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktifitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi dan Monitoring dan Evaluasi, Karakteristik penyelenggaraan  SPIP secara umum menunjukan bahwa Satuan Kerja RSJPD Harapan Kita Jakarta  tahun 2018  mencapai  tingkat  maturitas 2,256 yang artinya Satuan Kerja RSJPD Harapan Kita Jakarta mencapai tingkat maturitas Berkembang.

Dalam proses membangun Zona Integritas menuju satker berpredikat WBK/WBBM,  RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta masih memerlukan banyak pembinaan dan masukan-masukan yang membangun sehingga dapat mewujudkan keinginan menjasi satker yang berpredikat WBK/WBBM tahun 2018.

BILA HATI BERKEHENDAK, JALAN PASTI NAMPAK


Kontributor : Yelma

FOTO KEGIATAN RTD FRAUD DETECTION USING DATA ANALYTICS

 Jakarta, 24 Agustus 2018
# #ANTIKORUPSI #SEHATTANPAKORUPSI #ASNKERENTANPAKORUPSI #BANGGATIDAKKORUPSI #ANTIKORUPSI #INVESTIGASI #SIMENDIT #RARIT
Pembukaan oleh Sekretaris Itjen Kemenkes

Sambutan Presiden ACFE Indonesia

Narasumber RTD Bapak Stefanus Alexader B.P. Sianturi, Ak, MForAcc, CPA, CFE, CA


Dari kiri ke kanan, Inspektur Investigasi, Presiden ACFE Indonesia, Ses Itjen Kemenkes, Inspektur I 

Berfoto bersama usai acara RTD










Senin, 20 Agustus 2018


Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Pinang Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi
#SIMENDIT #MMC-SIPID #ANTIKORUPSI
KKP Kelas II Tanjung Pinang merupakan salah satu satuan kerja yang diusulkan menjadi calon Satker Berpredikat WBK/WBBM pada tahun 2018 oleh Kementerian Kesehatan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada tanggal 3 Juli sampai dengan 6 Juli 2018, Inspektorat Investigasi telah melakukan Pre Assesment terhadap Satuan Kerja KKP Kelas II Tanjung Pinang.




Pertemuan Pembukaan Kegiatan Pre Assesment, dibuka oleh Kepala KKP Kelas II Tanjung Pinang dan diikuti oleh seluruh POKJA 

Pre Assesment sesuai dengan Permenpan dan RB Nomor 60 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM di Lingkungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Evaluasi  dilakukan terhadap 6  Indikator Pengungkit dan 2 Indikator Hasil yaitu:
Indikator Pengungkit terdiri dari
1.  Manajemen Perubahan;
2.  Penataan Tata Laksana;
3.  Penataan Sistem Manajemen SDM;
4.  Penguatan Akuntabilitas Kinerja;
5.  Penguatan Pengawasan;
6.  Penguatan Kualitas Pelayanan Publik.
Indikator hasil terdiri dari :
1.  Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN;
2.  Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat.



Desk Pemenuhan Indikator WBK oleh Tim Pre Assesment dari Inspektorat Investigasi


Tim Pre Assesment berkesempatan melihat proses pelakasanaan Wilayah Bebas dari Korupsi pada  Wilayah Kerja KKP Kelas II Tajung Pinang.  Tim melakukan Survey Eksternal terhadap pelanggan untuk menilai persepsi kualitas pelayanan publik dan Persepsi Anti Korupsi. Berdasarkan penilaian terhadap indikator, baik pengungkit maupun hasil, perlu dilakukan perbaikan terhadap seluruh indikator.

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Tim kepada Satker, diantaranya adalah pentingnya komitment Pimpinan Satker dan semangat seluruh POKJA dalam membawa KKP Tanjung Pinang menjadi Satker WBK, Proses pembangunan ZI  tidaklah hanya pemenuhan dokumen semata tetapi diharapkan adanya peningkatan komitmen dan semangat untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi. Semoga dengan dilakukannya Pre Assesment semakin meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjaga KKP Tanjung Priok bebas dari praktek korupsi.

DISRUPTIVE INNOVATION


DISRUPTIVE INNOVATION
BIDANG PERPUSTAKAAN
Oleh : Rarit Gempari
#SIMENDIT #INVESTIGASI #ANTIKORUPSI #INVESTIGASI #RARIT


Perpustakaan Jaman Now

Di masa lalu fungsi utama Perpustakaan adalah meminjamkan koleksi, mengembangkan koleksi dan membantu penelusuran informasi. Namun dengan perkembangan jaman, kemajuan iptek, kebutuhan pelanggan/pemustaka maka fungsi Perpustakaan adalah sebagai tempat untuk berkumpul, diskusi, belajar, dan bicara tentang berbagai ilmu, serta tempat untuk mencari inspirasi. Pemustaka tidak hanya di dalam ruangan tetapi dengan adanya disruptive innovation maka sangat memungkinkan dengan konsep di luar (out door). Kita bisa temui Perpustakaan di Kota Yogyakarta yang sudah sejak beberapa tahun ini merubah dengan konsep design di dalam dan juga di luar ruangan, bahkan dibawah pohon sehingga terlihat seperti kafe. Hal lain dari sisi fungsi perpustakaan yaitu antara lain mempertemukan pemustaka dengan informasi, mempertemukan pemustaka dengan pemustaka lain serta mempertemukan pemustaka dengan petugas perpustakaan. Terkait dengan hal itu maka Perpustakaan bisa dilengkapi dengan coffee shop, ataupun ruang untuk musik. Dengan demikian pemeo Perpustakaan merupakan tempat yang hening dan tidak boleh berisik ataupun ngobrol,kini pemeo itu sudah tidak tepat lagi.

Tempat yang ramai dan gaduh justru saat ini dipilih untuk berdiri dan berfungsinya Perpustakaan, sehingga kedepan Perpustakaan akan lebih banyak lagi kita temukan. Saat ini sudah banyak kita jumpai perpustakaan di dekat pasar, atau dekat terminal/stasiun Kereta Api.

Terkait dengan hal tersebut, maka Perpustakaan harus mampu untuk membuka cakrawala dunia maya, memudahkan akses pengetahuan dan informasi, memaksimalkan pemanfaatan dan pengaruh informasi, mengantarkan keberhasilan pemustaka, serta membangun masyarakat yang terinformasi. Guna mewujudkan hal tersebut tentu saja sarana dan kelengkapan Perpustakan jaman now harus disesuaikan.

Wajah Perpustakaan Ke Depan

Wajah Perpustakaan kedepan juga akan sangat berbeda. Jika tampilan perpustakaan masa lalu dipenuhi dengan koleksi buku dll, kini tampil  dengan ruang yang lebih simpel, tidak perlu ruang yang besar dan padat dengan buku-buku. Sebagian koleksi saja yang di display di rak buku, itupun untuk buku-buku yang banyak diminati dan buku terkini. Display koleksi terbaru sebaiknya dipisahkan dan ditonjolkan. Pisahkan dengan rak koleksi lainnya. Sementara koleksi lainnya disimpan di gudang atau back office, namun harus dapat dengan mudah ditemukan jika diperlukan. Buku dan media yang ada di perpustakaan dengan mudah dapat di akses melalui elektronik. Ruang perpustakaan yang lebih terbuka, bersahabat dan mudah diakses, hangat untuk tempat membangun pertemuan bagi pemustaka, dan yang terpenting adalah akses untuk mendapatkan informasi, dengan membangun jaringan internet yang handal, juga meningkatkan layanan yang mandiri bagi pemustaka.

Layanan yang diberikan adalah yang diperlukan sekaligus sebagai daya Tarik pemustaka untuk datang. Layanan dimaksud dapat berupa penyediaan jaringan internet, webside yang aktif, layanan e-reader, tablet, scanner, printer,  informasi bahkan sampai layanan ATM. Sediakan tempat untuk dapat melakukan komunikasi jarak jauh atau teleconference, computer, dan tempat charger. Ruangan di Perpustakaan difungsikan untuk kepentingan pemustaka. Dengan demikian dibuat sebagai tempat yang nyaman bagi mereka. Lebih lanjut design dan tata letak Perpustakaan sebaiknya juga sering diubah. Ini bertujuan untuk menghindari kebosanan memasuki ruangan dan sesuaikan dengan trend serta keinginan pemustaka.

Perpustakaan tetap menampilkan suasana akademis dan informatif. Perhatikan juga flow dan area pemustaka. Jalan pemustaka sebaiknya tidak terganggu dengan kegiatan administratif dan teknis internal Perpustakaan. Diupayakan jalurnya terpisah.  Area pemustaka  menampilkan welcoming pada siapapun. Namun perlu disediakan help desk untuk memberikan kemudahan bagi Pemustaka. Integrasi dengan layanan lain juga sangat dimungkinkan seperti misalnya galeri, museum, juga arsip. Dengan demikian wajah Perpustakaan ke depan akan semakin bersinar.